Ibu Tanpa Bekal Agama

Seorang ibu in syaa Allah ga akan ada NIAT menjerumuskan anaknya ke sesuatu yg mudharat apalagi *SENGAJA* ingin mencelakakan dunia akherat anak anaknya.

Tapi… *_seorang ibu tanpa bekal agama saat mendidik anak sangat mungkin melakukan hal yg sebaliknya_*.

▫Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anaknya yg masih kecil belajar naik motor atau naik mobil dan *bangga saat kecil” sudah bisa anter” ke pasar*.

▫Berapa banyak justru seorang ibulah yg menyuruh anak gadisnya *dandan cantik* setiap keluar rumah dan *bangga saat anaknya memiliki pacar*.

▫Berapa banyak justru seorang ibulah yg mengantar anaknya ikut *lomba” kontes model umbar aurat dan bangga saat anaknya menjadi artis*.

▫Berapa banyak justru seorang ibulah yg sengaja *menyuap ke kantor” spy menerima anaknya bekerja dan bangga saat anaknya memegang jabatan yg tinggi dg hasil yg curang*.

▫Berapa banyak justru seorang ibulah yg dgn rasa *kasihan dan tidak teganya* enggan membangunkan anaknya untuk shalat subuh dan isya meskipun sdh baligh *tanpa berfikir gimana nasib anaknya kelak di neraka*.

▫Berapa banyak justru seorang ibulah yg membujuk suaminya untuk *membelikan anak”nya gadget laptop maupun tivi* di kamar masing” supaya anak tdk ketinggalan informasi nyatanya benda” tersebutlah yg *_menjadi jalan anaknya mengenal pornografi dan kecanduan game_*.

▫Berapa banyak justru seorang ibulah yg lebih senang mengajarkan anaknya *nyanyian” dan tarian” yg sebenarnya dilarang dlm islam* dibanding khusus *mengajarkan lafadz” Al-Quran* dan *bangga saat anaknya masih kecil fasih me-niru” lirik dan gerakan orang dewasa*.

▫Berapa banyak justru seorang ibulah yg menjejali anaknya dgn *aneka les2 pengetahuan dunia tp enggan mengajarkan perkara shalat, ngaji dan ibadah lain* pd anak”nya dan bangga anaknya menjadi *orang “bergelar” tapi bahkan ga tahu doa masuk wc*.

▫Berapa banyak justru seorang ibulah yg *mendoakan anaknya supaya jadi orang yg berguna bagi umat tapi saat ujian mencari” bocoran jawaban UN* untk anaknya, atau *bangga jika anaknya lulus meskipun dia sadar telah melakukan kecurangan*.




Dan *”KEJAHILAN” seorang ibu yg dilakukan karena minimnya bekal agama*.

⚠*_Anak itu amanah_*

Hanya boleh *_di didik sesuai keinginan yg Menitipkan_*.
_Bukan sesuai hawa nafsu kita._

Rem hawa nafsu kita yg sifatnya duniawi.
*Ingat untuk apa kita dan anak kita diciptakan*

Dan kelak pasti semua kembali pd kita.
*Hisab detail akan apa yg telah kita ajarkan kpd anak-anak kita.*
_Kebaikan akan kembali_
_Keburukanpun akan kembali_

▪*Perbanyak istighfar.*
▪*Belajar dan kaji ilmu agama.*
▪*Jadikan Quran dan Hadits sbg pedoman hidup.*
*Amalkan dan ajak seisi rumah utk mengamalkan juga.*

Kita *ga bisa lolos dari hisab saudaraku* dg alasan _”maaf saya ga tahu kalau harus ajari ini itu”_
Karena *perintah menuntut ilmu itu WAJIB bagi setiap muslim*.

_*Tidak terhenti saat kita menikah, tidak terhenti saat kita jadi nenek kakek, terus sampai kita meninggal.*_

*Jadikan* diri kita setiap harinya pencari ilmu.
Ada rasa ingin tahu yg besar terhadap hukum” lslam.
*Bukan* untuk mendebat dan merasa paling tahu, *tapi* untuk diamalkan dlm hidup kita se-hari”.

Baarakallahu fiikum.
Semoga bermanfaat…

 

5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *